Jakarta, 3 April 2018
Instrospeksi diri,
ya, berkaca dan melihat serta megenal lebih dalam lagi siapa kita, adalah hal yang menyenangkan, setidaknya bagi saya,
Perempuan luar biasa yang sudah berusia tiga tahun lewat dari angka empat puluh.
"Luar biasa?" - Yup, tentu saja luar biasa, karena di usia yang seharusnya ada dalam masa menyalurkan hobi dan terbebas dari 'glendotan' anak-anak, waktunya ikut majlis ta'lim kemana-mana, waktunya rutin Yoga atau shopping cantik, saya masih mengurus anak bayi saya. bocah laki laki yang terpaut sembilan tahun dengan kakak perempuannya, sedang aktif-aktifnya dan sangat menguras seluruh tenaga dan perhatian saya.
Saya sangat menikmati dengan predikat yang di-anugerahkan Allah kepada saya, yaitu menjadi malaikat bagi keluarga kecil saya, bagi anak-anak saya, yaitu predikat "IBU"
Saya sangat menikmati manakala anak-anak saya bergantung kepada saya, kemanapun saya pergi mereka selalu ingin ikut serta, setiap kali melihat saya berpenampilan agak rapih, mereka sudah siap dengan segala bawa'annya, duduk manis di dalam mobil, menunggu saya selesai berdandan,... meskipun saya hanya membawa mereka keliling komplek sesaat saja, sebelum saya melanjutkan beraktifitas pergi ke kantor.
Syukur yang tak pernah putus, saya selalu panjatkan kepada Allah, yang telah mengizinkan saya ada dalam posisi dan kondisi saya saat ini, saya tidak kekurangan, tetapi saya juga tidak berlebihan, dan bersyukur pula, bahwa Allah menjadikan hati saya masih sehat dan masih lembut, sebagaimana yang biasanya dimiliki oleh kebanyakan Perempuan baik.
Hidup saya terasa sempurna !!
Masa-masa saya dikucilkan telah lewat, masa-masa saya menjadi sampah sudah lewat, masa-masa setan dan iblis menguasai saya, dan saya tak berdaya dengan terus menolak suara hati nurani saya, masa-masa saya mencurangi orang lain, masa-masa saya tidak menjadi diri saya sendiri, masa-masa saya menyiksa batin dan diri saya sendiri secara total, masa-masa saya membuat seluruh keluarga dan lingkungan terdekat saya menderita sangat, masa itu sudah berlalu, meskipun tak akan pernah bisa hilang, seumur hidup saya, itulah sejarah, itulah masa lalu,yang tak pernah luput bagi saya sebagai tempat bercermin, menjadikan saya pribadi yang kuat seperti sekarang ini, mengambil pelajaran dan hikah atas segala peristiwa yang saya lewati pada masa yang tak mungkin bisa siapapun mengembalikannya, Masa Lalu !
Sebagian besar hidup saya, saya habiskan untuk bekerja.
Sejak kecil, saya sudah pintar mencari uang saku sendiri, dan saya sudah mempunyai kegemaran berbagi dengan sesama. Allah tidak menjadikan saya seorang yang berpredikat sempurna secara akademis, namun Allah menempatkan saya menjadi seorang yang sejuta kali lebih dari sekedar nilai akademis, lebih dari sekolahan. Saya terjun ke dunia nyata, dimana saya belajar praktek dan teori mengikuti. dimana saya bergaul dengan bayak orang, mulai dari masyarakat kecil, yang mempunyai kehidupan yang susah, sampai pergaulan masyarakat kelas atas, yang sangat mengutamakan gengsi.
saya bekerja pada perusahaan mulai dari posisi saya sebagai resepsionis, administrasi, marketing, HRD dan GA, mulai dari staff rendah sampai kepada level Direktur. saya bekerja sudah duapuluh tiga tahun, banyak belajar tentang management perusahaan, bagaimana menghargai orang lain, bagaimana menyelesaikan banyak permasalahan, dan semuanya berakhir pada solusi dan jalan keluar, oleh karena itu saya termasuk orang yang sangat percaya dengan pepatah "Tak ada masalah tanpa jalan keluar"
Saat ini, disaat saya sudah sangat matang, masih saja ada yang tidak senang dengan segala kesuksesan yang saya raih, ada seorang perempuan, selalu saja menghina saya, membully saya tanpa dia melihat siapa dia.
dan saya tidak bisa menyebutnya sebagai "Manusia" karena segala tingkah laku, perkataan dan perbuatan sama sekali tidak sama seperti manusia yang mempunyai perasaann, hati dan akal pikiran.
Saya sangat prihatin dengan apa yang dia lakukan, tetapi saya mempunyai Allah sebagai Maha Pelindung saya, dan tanpa dimintapun Dia selalu melindungi saya, karena perbuatan baik pasti akan menerima imbalan baik pula dan demikian sebaliknya.
Namun, saya serahkan segala kesulitan ini kepada Allah sang Maha pembolak balikkan hati.
Dengan perlakuannya seperti ini pun, saya masih saya instrospeksi diri, apakah saya pernah menyakiti dia, baik sengaja ataupun tidak, tetapi saya juga bisa mengambil himah dari semua ini, saya menjadi diri yang lebih kuat, menjadi diri yang lebih sabar, menjadi diri yang lebih bernilai dan berkualitas.
Dahsyatnya introspeksi diri, membuat hidup sempurna kita menjadi lebih bernilai.
-
Instrospeksi diri,
ya, berkaca dan melihat serta megenal lebih dalam lagi siapa kita, adalah hal yang menyenangkan, setidaknya bagi saya,
Perempuan luar biasa yang sudah berusia tiga tahun lewat dari angka empat puluh.
"Luar biasa?" - Yup, tentu saja luar biasa, karena di usia yang seharusnya ada dalam masa menyalurkan hobi dan terbebas dari 'glendotan' anak-anak, waktunya ikut majlis ta'lim kemana-mana, waktunya rutin Yoga atau shopping cantik, saya masih mengurus anak bayi saya. bocah laki laki yang terpaut sembilan tahun dengan kakak perempuannya, sedang aktif-aktifnya dan sangat menguras seluruh tenaga dan perhatian saya.
Saya sangat menikmati dengan predikat yang di-anugerahkan Allah kepada saya, yaitu menjadi malaikat bagi keluarga kecil saya, bagi anak-anak saya, yaitu predikat "IBU"
Saya sangat menikmati manakala anak-anak saya bergantung kepada saya, kemanapun saya pergi mereka selalu ingin ikut serta, setiap kali melihat saya berpenampilan agak rapih, mereka sudah siap dengan segala bawa'annya, duduk manis di dalam mobil, menunggu saya selesai berdandan,... meskipun saya hanya membawa mereka keliling komplek sesaat saja, sebelum saya melanjutkan beraktifitas pergi ke kantor.
Syukur yang tak pernah putus, saya selalu panjatkan kepada Allah, yang telah mengizinkan saya ada dalam posisi dan kondisi saya saat ini, saya tidak kekurangan, tetapi saya juga tidak berlebihan, dan bersyukur pula, bahwa Allah menjadikan hati saya masih sehat dan masih lembut, sebagaimana yang biasanya dimiliki oleh kebanyakan Perempuan baik.
Hidup saya terasa sempurna !!
Masa-masa saya dikucilkan telah lewat, masa-masa saya menjadi sampah sudah lewat, masa-masa setan dan iblis menguasai saya, dan saya tak berdaya dengan terus menolak suara hati nurani saya, masa-masa saya mencurangi orang lain, masa-masa saya tidak menjadi diri saya sendiri, masa-masa saya menyiksa batin dan diri saya sendiri secara total, masa-masa saya membuat seluruh keluarga dan lingkungan terdekat saya menderita sangat, masa itu sudah berlalu, meskipun tak akan pernah bisa hilang, seumur hidup saya, itulah sejarah, itulah masa lalu,yang tak pernah luput bagi saya sebagai tempat bercermin, menjadikan saya pribadi yang kuat seperti sekarang ini, mengambil pelajaran dan hikah atas segala peristiwa yang saya lewati pada masa yang tak mungkin bisa siapapun mengembalikannya, Masa Lalu !
Sebagian besar hidup saya, saya habiskan untuk bekerja.
Sejak kecil, saya sudah pintar mencari uang saku sendiri, dan saya sudah mempunyai kegemaran berbagi dengan sesama. Allah tidak menjadikan saya seorang yang berpredikat sempurna secara akademis, namun Allah menempatkan saya menjadi seorang yang sejuta kali lebih dari sekedar nilai akademis, lebih dari sekolahan. Saya terjun ke dunia nyata, dimana saya belajar praktek dan teori mengikuti. dimana saya bergaul dengan bayak orang, mulai dari masyarakat kecil, yang mempunyai kehidupan yang susah, sampai pergaulan masyarakat kelas atas, yang sangat mengutamakan gengsi.
saya bekerja pada perusahaan mulai dari posisi saya sebagai resepsionis, administrasi, marketing, HRD dan GA, mulai dari staff rendah sampai kepada level Direktur. saya bekerja sudah duapuluh tiga tahun, banyak belajar tentang management perusahaan, bagaimana menghargai orang lain, bagaimana menyelesaikan banyak permasalahan, dan semuanya berakhir pada solusi dan jalan keluar, oleh karena itu saya termasuk orang yang sangat percaya dengan pepatah "Tak ada masalah tanpa jalan keluar"
Saat ini, disaat saya sudah sangat matang, masih saja ada yang tidak senang dengan segala kesuksesan yang saya raih, ada seorang perempuan, selalu saja menghina saya, membully saya tanpa dia melihat siapa dia.
dan saya tidak bisa menyebutnya sebagai "Manusia" karena segala tingkah laku, perkataan dan perbuatan sama sekali tidak sama seperti manusia yang mempunyai perasaann, hati dan akal pikiran.
Saya sangat prihatin dengan apa yang dia lakukan, tetapi saya mempunyai Allah sebagai Maha Pelindung saya, dan tanpa dimintapun Dia selalu melindungi saya, karena perbuatan baik pasti akan menerima imbalan baik pula dan demikian sebaliknya.
Namun, saya serahkan segala kesulitan ini kepada Allah sang Maha pembolak balikkan hati.
Dengan perlakuannya seperti ini pun, saya masih saya instrospeksi diri, apakah saya pernah menyakiti dia, baik sengaja ataupun tidak, tetapi saya juga bisa mengambil himah dari semua ini, saya menjadi diri yang lebih kuat, menjadi diri yang lebih sabar, menjadi diri yang lebih bernilai dan berkualitas.
Dahsyatnya introspeksi diri, membuat hidup sempurna kita menjadi lebih bernilai.
-
Komentar
Posting Komentar